Rabu, 08 Februari 2012

KMHD UNRAM Masa Kini



Waktu memang berjalan sangat cepat dan tanpa terasa KMHD sudah menginjak usia yang ke-20 tahun, sebuah umur yang tidak sedikit dalam hitung-hitungan sebuah organisasi. Tepatnya tanggal 11 Mei 2011 KMHD UNRAM sudah mentasbihkan dirinya sebagai salah satu dari sekian banyak UKM-UKM yang berada di Universitas Mataram yang mampu bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Ini tentunya patut menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh anggota KMHD UNRAM. Ibarat seorang insan manusia, KMHD UNRAM sekarang ibaratnya seorang remaja yang sudah menginjak dewasa. Tentunya telah banyak hal yang telah dialami dalam kurun waktu lebih dari satu dekade ini dan tentunya banyak hikmah yang telah berhasil dipetik oleh setiap komponen yang ada didalamnya. Berbagai pelajaran tentunya telah banyak dikecap oleh organisasi yang kita cintai ini, yang nantinya akan banyak berguna untuk menjadikan setiap komponen yang ada didalamnya mampu untuk berpikir secara lebih dewasa dan lebih luas. Sehingga nantinya KMHD URAM akan lahir sebagai remaja dewasa yang dapat berkiprah dalam kancah globalisasi dan memberikan sumbangsihnya sebagai bentuk Dharma Agama maupun Dharma Negara.
Perkembangan sebuah organisasi banyak diwarnai dan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu, faktor lingkungan dimana organisasi itu berada, keanggotaan, peraturan organisasi, pendanaan, sistem manajemen organisasi dan lain sebagainya baik yang bersifat internal maupun eksternal. Faktor-faktor ini akan berubah setiap periode sesuai dengan perkembangan jaman. Ini berarti suasana organisasi setiap periode akan terus berubah dan secara kontinyu mengalami penyesuaian – penyesuaian agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Adanya perubahan suasana akan melahirkan pula nuansa baru dan terakhir berimbas pada lahirnya suatu paradigma baru dalam kehidupan berorganisasi.
KMHD UNRAM didirikan untuk suatu tujuan yang luhur yaitu sebagai wadah yang representatif untuk mempersatukan seluruh mahasiswa Hindu yang ada di Universitas Mataram (untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada sejarah KMHD UNRAM). Seiring dengan dinamika perkembangan kehidupan kampus maka tujuan itu kemudian dikembangkan menjadi tiga seperti yang dicantumkan dalam AD/ART KMHD UNRAM yaitu :
  1. Ikut berperan serta dalam menumbuhkembangkan semangat keagamaan dan kekeluargaan Mahasiswa Hindu Indonesia umumnya dan mahasiswa Hindu UNRAM khususnya
  2. Mengali, mengembangkan dan menyalurkan potensi Mahasiswa Hindu UNRAM
  3. Sebagai wadah untuk menyelesaikan masalah intern dan ekstern Mahasiswa Hindu UNRAM
Pergerakan sebuah organisasi idealnya tak akan pernah jauh dari tujuan yang dirumuskan sebelumnya. Segala jenis kegiatan yang dilakukan akan banyak mengacu pada tujuan tersebut dan dijabarkan dalam aksi-aksi yang merupakan satu kesatuan proses yang bergerak mendekati tujuan tersebut. Dengan demikian tujuan organisasi adalah fungsi kontrol yang mengarahkan kearah mana organisasi itu mesti bergerak agar sampai padanya. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah sampai sejauh mana langkah KMHD UNRAM dalam mencapai tujuannya, Masihkah KMHD UNRAM berjalan dalam koridor yang akan mengantarkannya mencapai apa yang dicita-citakan. Jawabannya tentu tak akan jauh dari sekuat apa komponen-komponen yang ada didalamnya (Anggota dan pengurus) berusaha untuk menemukan paradigma yang tepat yang dapat mempertahankan KMHD UNRAM untuk tetap berada pada koridor yang seharusnya.
20 tahun bukan waktu yang pendek untuk sebuah perubahan, apalagi jika perubahan itu terjadi setiap satu tahun sebagai akibat dari pergantian kepengurusan dan keanggotaan. Ini berarti selama 20 tahun KMHD UNRAM, minimal telah terjadi 20 kali perubahan. Setiap perubahan tentu membawa sesuatu yang berbeda, walaupun tak akan pernah berbeda jauh dengan yang sebelumnya. Perbedaan ini tentunya adalah hal yang wajar, hal yang sangat manusiawi sekali. Ini bukanlah sesuatu hal yang tabu bahkan kita mesti bersyukur dengan perubahan yang terjadi. Langsung ataupun tak langsung, sedikit maupun banyak perubahan kepemimpinan, kepengurusan, dan keanggotaan suatu organisasi akan melahirkan apa yang dinamakan perubahan paradigma organisasi sebagai bentuk dinamisasi organisasi. Yang penting untuk diperhatikan adalah jangan sampai paradigma yang terlahir dan berkembang kemudian malah menjauhkan KMHD UNRAM dari cita-citanya atau tiga tujuan yang telah dikemukan diatas.
Barangkali apa yang diuraikan selanjutnya setelah ini hanyalah sebuah       ke-iseng-an” penulis untuk sedikit membanding-bandingkan setiap paradigma yang berkembang pada setiap pergantian kepengurusan setiap tahunnya. Ini bukanlah hal yang sifatnya baku dan mesti diakui sebagai sebuah kebenaran, sama sekali bukan bahkan apa yang penulis cantumkan ini mungkin sangat jauh dari benar. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi dan pemilahan untuk menentukan mana sesungguhnya yang tepat dan mana yang tidak. Inga….inga….!!! Ini hanyalah sebuah opini, sebuah pendapat dan tak semua pendapat itu pasti benar!!
Setiap orang berhak untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya, setiap orang berhak untuk berpendapat dan penulis masih tetap meyakini bahwa setiap pendapat yang disampaikan seseorang selalu berlandaskan pada pemikiran yang baik dan benar. Pada dasarnya tidak ada orang yang mengemukakan pendapat yang salah, semuanya benar tanpa terkecuali sebab apa yang tercetus sebagai suatu pendapat tentu telah melewati proses pemilahan benar dan salah dalam diri setiap orang dan tentunya pendapat yang benarlah yang dicetuskan. Yang menyebabkan pendapat yang tercetus itu benar dan salah adalah persepsei dari orang yang mendengarnya. Mengenai hal ini marilah kita mecoba untuk mengingat apa yang pernah dikatakan oleh William Blake. Beliau pernah berkata :
“Apabila pintu-pintu persepsi ditiadakan,
Segala sesuatu akan tampak sebagaimana adanya,
Tanpa kecuali”
Ungkapan ini mengajarkan kita bahwa jangan pernah takut untuk berpendapat, sebab sesungguhnya dengan mengemukakan pendapat, kita telah mengungkapkan kebenaran yang ada di dalam hati. Namun kita mesti ingat pula bahwa kita harus berjalan dari kebenaran yang kecil ke kebenaran yang besar (Svami Vivekananda). Artinya kita jangan mengatakan bahwa pendapat kita sajalah yang benar. Ingat bahwa semua pendapat itu benar namun hanya bagi individu yang mengemukakan pendapat tersebut, bukan benar oleh semua orang. Sekarang tugas kita adalah menulusuri setiap pendapat untuk menemukan pendapat mana yang diyakini paling benar oleh semua. Tidakkah kebenaran yang diyakini bersama lebih memiliki nilai kebenaran yang tinggi jika dibandingkan dengan kebenaran yang hanya diakui oleh satu orang saja. Inipun juga sekedar Opini. Percaya atau tidak temukanlah sendiri di hati masing-masing.
”Wah sepertinya penulis jadi ngelantur nih. Biar ga keterusan ngelanturnya mari kita kembalikan ke jalur pembahasan kita yang semula
Berbicara masalah paradigma KMHD UNRAM, Penulis juga tak mengetahui secara detail dari awal sampai saat ini, sebab dalam percaturan KMHD UNRAM, penulis masih termasuk “Anak Bawang” yang tak tahu apa-apa. Penulis hanya bisa mengamati KMHD selama 10 periode kepengurusan yang terakhir yaitu mulai periode 2000/2001 sampai 2010/1011. Dengan keterbatasan ini kami mencoba untuk sedikit berpendapat tentang bagaimana paradigma yang berkembang selama 10 tahun tersebut secara umum.
Perbedaan pasti akan banyak ditemui baik dalam tataran ruang maupun waktu, dan itu adalah suatu hal yang wajar. Begitupun dengan apa yang dialami oleh KMHD UNRAM selama 10 kali pergantian pengurus tersebut. Barangkali jika ingin merincinya menjadi sesuatu yang lebih spesifik, maka halaman ini akan penuh dengan berbagai perubahan – perubahan yang terjadi pada KMHD UNRAM sebagai akibat dari perubahan paradigma organisasi misalnya saja perubahan yang terjadi pada masalah kaderisasi, kemampuan berorganisasi anggota dan pengurus yang terus menerus mengalami degradasi (dalam hal ini termasuk penulis sebagai salah satu ‘korban’nya). Tak hanya itu masih banyak yang lain diantaranya sistem manajemen organisasi yang kurang terarah, Kekeluargaan antar anggota yang semakin berkurang, munculnya blok-blok diantara anggota, makin pudarnya sprirt “Ngayah” di hati para anggota dan lain-lain yang tak bisa disebutkan disini karena hanya akan menjadi daftar yang tak mengenakkan bagi siapapun yang membacanya. Marilah kita amati sejauh mana KMHD UNRAM telah melangkah sampai saat ini dengan melihat apa yang telah dilakukan oleh KMHD UNRAM selama ini.
Kaderisasi yang tak pasti (Mengurus Vs Memimpin)
Dimana-mana kaderisasi adalah hal yang amat penting dan harus mendapat prioritas utama untuk dijalankan oleh suatu organisasi. Karena tanpa adanya kaderisasi maka tak akan lahir generasi-generasi penerus yang akan menggantikan orang-orang yang nota bene akan mangkat dalam menjalankan roda organisasi. Organisasi hanya akan stagnan sampai disini saja. Padahal semangat pembentukan organisasi pastilah ingin agar organisasi yang dibentuk akan tetap survive dari jaman ke jaman.
Menyadari pentingnya hal ini, bagaimana KMHD UNRAM menyikapi masalah ini? Pertanyaan yang sulit untuk dijawab, bukan karena tak tahu jawabannya secara teoritis, namun karena kurangnya aplikasi lapangan dalam usaha pengkaderan di KMHD UNRAM. Sampai saat ini KMHD belum mampu menemukan pola kaderisasi yang cocok untuk meningkatkan kemampuan berorganisasi anggota-anggotanya. Prinsip kepemimpinan, itu yang kami rasa hilang dari organisasi ini. Jika dibandingkan dengan dulu maka saat ini telah terjadi pergeseran yang cukup signifikan untuk masalah kaderisasi anggota. Saat ini orientasi yang berkembang di tubuh KMHD UNRAM adalah bagaimana mengurus organisasi dan bukan bagaimana memimpin. Sekarang, yang penting semua program kerja berhasil dijalankan dan dana kas abadi tidak habis maka itu adalah sebuah keberhasilan yang sangat besar. Mereka (pengurus) tak pernah berpikir bagaimana memberdayakan setiap anggota secara maksimal dengan memberinya kepercayaan yang besar agar kelak saat ia menjadi pengurus yang baru, ia dapat memberdayakan dirinya secara maksimal demi kebaikan organisasi.
Berpikir minimal dari dua sisi yang berbeda  sepertinya harus dilakukan oleh jajaran kepengurusan KMHD  UNRAM untuk menilai sebuah keberhasilan organisasi itu seperti apa. Misalnya dengan menganalisa benarkah kegiatan yang dilaksanakan itu sukses jika ditinjau dari banyak sisi. Jangan meninjau kesuksesan sebuah kegiatan itu hanya dari surplusnya dana kegiatan sehingga bisa mengadakan pembubaran panitia secara besar-besaran dan mewah. Jangan meninjau sukses tidaknya suatu kegiatan dengan banyak sedikitnya undangan yang hadir. Itu semua hanyalah kesuksesan luar yang sifatnya semu (Siapa tau aja dibalik kesuksesan ini ternyata teman-teman panitia banyak yang perang dingin dan saling rangkul kemudian saling memberikan upper cut,  yang semula akur jadi tak akur dll). Cobalah untuk meninjau kesuksesan kegiatan dengan bertanya seberapa besar pengaruh kegiatan ini untuk meningkatkan keakraban anggota dan menarik minat anggota yang tak pernah aktif, atau bertanya seberapa besar pengaruh kegiatan ini terhadap peningkatan kemampuan berorganisasi anggota. Barangkali dengan bertanya demikian pengurus bisa mendapatkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dan dapat menemukan formula yang tepat untuk mulai merintis bagaimana memimpin organisasi dan bukan hanya mengurus organisasi.
Mengurus organisasi bisa jadi lebih mudah daripada memimpin, sebab orietasi yang dibangun hanya bagaimana agar program kerja dapat dijalankan selama kepengurusannya, selanjutnya apa yang akan terjadi kelak di kepengurusan selanjutnya biarlah dipikirkan besok-besok saja. Dalam memimpin, disamping mengurus organisasi seorang pemimpin juga harus mampu membaca situasi di masa depan yang akan dihadapi KMHD UNRAM dan mampu memberdayakan segala sumber daya organisasi demi kelangsungan organisasi secara berkesinambungan.
Ngomong-ngomong masalah keberhasilan suatu organisasi, maka menurut pengetahuan penulis yang sangat terbatas ada dua tolok ukur yang biasanya digunakan. Yang pertama adalah tolok ukur ekstern, artinya seberapa berhasilnya suatu organisasi dinilai dari luar, seperti misalnya seberapa pengakuan masyarakat terhadap eksistensi dari atau seberapa penghargaan/posisi tawar organisasi yang bersangkutan. Yang jelas makin dikenalnya suatu organisasi oleh masyarakat maka semakin berhasil organisasi tersebut dari sudut ekstern organisasi.
Tolok ukur yang lainnya adalah tolok ukur intern organisasi. Tolok ukur ini menggunakan analisa yang sudah pasti berbeda dengan tolok ukur lainnya. Bedanya adalah pada tolok ukur ini menggunakan analisa yang sifatnya intern organisasi, seperti seberapa berhasil pengkaderan yang telah dilaksanakan, seberapa berhasil kegiatan-kegiatan dilaksanakan dan mungkin masih ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai tolok ukur.
Kedua tolok ukur tadi merupakan dua analisa yang saling berkaitan, karena tanpa salah satunya maka keberhasilan suatu organisasi tidak akan lengkap, bahkan dapat dikatakan pincang. Suatu organisasi yang sangat berhasil dalam tataran intern organisasi tanpa adanya keberhasilan ke luar organisasi, maka organisasi tersebut akan mengalami kesulitan, baik dalam perekrutan kader maupun dalam pengguliran oeganisasi. Sebaliknya bila suatu organisasi yang sangat berhasil ke arah luar organisasi tanpa adanya modal keberhasilan ke arah dalam, maka organisasi tersebut akan merasa seperrti layaknya bunga raflessia, kelihatannya bagus tapi berbau busuk (kita juga tidak menginginkannya bukan???).

“ORGANISASI” mahluk apa?

Manusia adalah mahluk sosial”, kata-kata yang sangat familiar bukan?. Pastilah rekan-rekan sudah puluhan kali mendengarnya. Itu merupakan salah satu sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu ciptaan Tuhan yang tidak dapat hidup tanpa kehadiran orang lain. Dalam berbagai aktifitas, kita selalu berhubungan dengan seorang bahkan dengan sekelompok orang dengan pola interaksi yang sama, tetapi juga berbeda. Interaksi-interaksi tersebut dapat merupakan sebuah “organisasi” baik sederhana maupun kompleks, ga percaya? Tim olahraga, organisasi sosial, kelompok keagamaan dan aktifitas-aktifitas pekerjaan lainnya, semuanya termasuk organisasi. Bahkan kelompok-kelompok binatang seperti lebah, semut, rayap dan yang lainnya juga merupakan suatu organisasi. Nah Percaya khan? walaupun tidak memiliki landasan-landasan formal tetapi tetap juga merupakan suatu organisasi. Tanya aja ama semut yang tadi….

Pengertian Organisasi dan Pengorganisasian

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Pengorganisasian merupakan fungsi kedua dalam manajemen dan didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian output pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Struktur organisasi yaitu susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi yang menunjukkan adanya pembagian kerja dan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan atau dikoordinasi. Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi pada umumnya digambarkan dalam bentuk bagan organisasi yaitu suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis (instruksi dan koordinasi) yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal, yang tersusun secara hierarkis. Ilmu yang mempelajari tentang proses kegiatan kerjasama manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan disebut ilmu administrasi. Kegiatan ini adalah kegiatan universal yang telah terjadi dari sejak manusia primitif sampai manusia modern saat ini. Untuk kelancaran proses kerjasama dan pencapaian tujuan, diperlukan proses penggerakan dalam administrasi yang disebut manajemen. Kemudian agar kegiatan itu berhasil dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan maka dibutuhkan sebuah wadah, kerangka, atau struktur yang disebut organisasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar